Review Vendor Resepsi

Semoga review ini bisa menjadi referensi untuk yang akan mengadakan resepsi pernikahan di Bandung, karena gw cukup kesulitan mencari review dahulu kala.

Dari banyaknya vendor yang terlibat, tentu ga semua performance-nya oke buat gw. Tapi gw sih puas banget (Alhamdulillah) dengan acara secara keseluruhan. Maka dari itu gak semua vendor direview nih, cukup yang skala memuaskannya layak gw review sebagai tanda terima kasih tambahan (selain bayar :P), mudah-mudahan makin sukses dan makin banyak yang make 😀

Dan yang ter-review adalah… WO (Kinanti), Catering (Yufeto), Dekorasi (Diellabirra) & Make Up (Lia Sanggar Rias)

Wedding Organizer: Kinanti
CP: Teh Cussi
Pros: Sigap, detail, kooperatif, tim-nya solid.

Gw ga ambil full package, cuma Hari-H (bonus lamaran karena deal pas pameran – Nah, deal-dealan pas pameran dengan vendor juga membawa banyak manfaat diskon). Sebagai klien yang pertama deal untuk tanggal pernikahan gw, Teh Cussi (1st lady-nya Kinanti) langsung terjun ke acara gw walaupun di waktu yang sama ada dua pernikahan sekaligus. Kinanti punya relasi yang baik dengan vendor-vendor lain yang berkualitas (kalo bagus ya bilang bagus, kurang ya bilang kurang bagus) jadi rekomendasinya terpercaya.
IMO fungsi utama WO adalah mengkoordinir vendor (ada semacam rakor H-sekian), mengkoordir saat acara, sekaligus flow & time keeper…and they nailed it. Semua bisa tepat waktu dan lancar – ya sampe gw disuapin pas dandan gitu 😀 -. Kalo ada yang bilang “Ya kan emang itu kerjaan WO…”, ya gak semua WO beres juga yaa… pernah kejadian gw dateng ke kawinan yang ngaret 30++ menit penganten belum kelihatan (padahal ada di ruangan sebelah aja) padahal tamu udah ngantri mengular mau salaman. *Lempar high heels*. Memang WO ga wajib ada, tapi dengan adanya WO (kalo mau pake), panitia keluarga bisa fokeeuss di menjamu tamu dan menikmati acara tanpa pusing-pusing “Habis ini acaranya apa yak?”

Catering: Yufeto
CP: Mas Tony
Pros: makanannya enak-enak, serius di quality control

Jujur gw baru aja tau ada yang namanya Yufeto pas lagi cari vendor, sebelumnya gw belum pernah ke kawinan yang cateringnya Yufeto. Tau sendiri kan bisnis catering kawinan di Bandung itu lagi itu lagi, ada market leader-nya 😀 Pertama icip Yufeto di kawinan temen yang akhirnya menjadi reference, tapi gw cuma nyoba sup-nya aja karena buru-buru mau pergi lagi. Gw percaya aja dengan rekomendasi sepupu Mas yang jago masak dan nyoba macem-macem di kawinannya temen itu, plus sebagai bences internet gw merasa website-nya sangat meyakinkan. Waktu lamaran gw udah pake jasa Yufeto untuk trial dan enak semua, makin yakin deh.
Hokinya gw masih dapet harga 2012 karena udah booking sebelum 2013 harga naik (kayak beli apartemen aja bu)
Fun fact: Yufeto ini diambil dari nama 3 anak Ibu pemiliknya: Yukie (yang ternyata Yuki PAS Band), Fery (yang ternyata Kak Fery ME, presenter Tralala Trilili ituuu), dan Tony (pernah jadi chef di Auckland, dan jadi pengelola Yufeto saat ini).
Kenapa gw bilang Yufeto serius di quality control?
Pertama, Mas Tony sang bos besar selalu datang untuk supervise acara sekecil apapun itu (lamaran gw, misalnya). Kedua, kalau ada klien yang memesan porsi lebih dari 2000pax, Yufeto tidak akan menerima klien lain di waktu yang sama. Ketiga, Ibu 1st lady pemilik Yufeto turun tangan langsung sebelum resepsi berjalan untuk icip-icip rasa setiap stall. Keempat (ini claim mereka sih), untuk menu-menu tradisional mereka sub-con kan ke orang yang asli dari sana biar rasanya original, contoh pempek Palembang & empal gentong Cirebon.

Favorite menu: Gindara & salmon batayaki (ikan gindara + tumis sayuran ala jepang / yasai itame + nasi jepang ceplok)

Dekorasi: Diellabirra (yang sampe sekarang gw bingung nulisnya gimana)
CP: Tante Ella
Pros: detail/perfeksionis, sigap, good taste

Setiap catering pasti sudah menyediakan dekor standar, termasuk Yufeto. Tapi kalo ga akan dipake biasanya akan dapat sejumlah uang yang dikembalikan. Nah, untuk dekor gw pilih Diellabirra yang sudah direkomen banyak orang. Too bad ga ada web/fb-nya ya, tapi gitu aja word of mouth-nya jalan banget.
Tante Ella ini nyeni banget dan taste-nya elegan, bisa dilihat dari cara dia mendekor dan me-layout rumahnya yang asri di kawasan Cigadung waktu meeting pertama. Kesigapannya terlihat di sekitar H-3, gw confirm lagi tentang detail desain yang akan dipake di pelaminan dan ada yang missed. Gw udah cemas kan, tapi pas hari H ternyata semua yang gw revisikan terwujud. Ke-perferksionisan-nya terlihat dari saat inspeksi di pagi hari, ada cat yang luntur dikit aja di pojokan langsung manggil tukang buat cat ulang.

Untuk selanjutnya, I’ll let pictures do the talking… (tanpa editing)

photo-4(1) Dekor lokasi akad, (2) Big picture Gedung Graha Batununggal Indah setelah dekor, (3) Pelaminan (kata tantenya) nuansa Maroko, biasanya untuk Muslim modern, (4) Lorong tamu menuju pelaminan, (5) Flowery free photo booth (gak pake juru foto), (6) Hiasan foto masa kecil depan photo booth, tepatnya koridor sebelum masuk gedung.

Info tambahan, Graha Batununggal Indah ini lebih luas dari Pusdai dengan harga yang slightly cheaper. Lokasi memang lebih Bandung coret, tapi bisa jadi alternatif pilihan untuk resepsi dengan undangan > 2000 orang, terutama yang separo tamunya dari Jakarta karena bisa langsung keluar Tol Buah Batu (ga usah khawatir 4 in 1 atau macet di Pasteur)

Make Up Artist: Lia Sanggar Rias

CP: Teh Putri, sebetulnya PIC-nya beda-beda tergantung pas dateng kita ketemu siapa, tapi kooperatif semua kok.
MUA: Teh Dina, adiknya Teh Lia pemilik sanggar
Pros: make-upnya halus, gak medok, terbuka untuk request dari pengantin

Gw ga dapet 1st MUA (Teh Lia) karena Teh Lia sudah pegang pengantin lain di waktu yang sama. Tapi mengingat gw pikir kakak adik kurang lebih aja, dan hasil make-upan yang mereka publish sebagian juga dimake-up langsung sama Teh Dina… hayuk PD aja. Plus rekomendasi dari WO tentunya.

Hasilnya as expected, gw maunya kan emang nuansanya natural (ya senatural-naturalnya nikahan emang tetep bakal lebih tebel ya…). Maksudnya natural di sini terutama di lipsticknya ga mau menyala dan shading-nya ga mau lebay . Ini dia yang gw maksud terbuka untuk request dari pengantin. Pernah denger kalo didandanin harus nurut aja kan takut MUA-nya malah bad mood trus dandanan berantakan? Nah di sini Teh Dina sangat terbuka untuk request-request gw, termasuk perihal ga cukur alis. Yang ada gw malah ditawarin “ga sekalian ga pake bulu mata palsu?” Makjleb. Jadi baik Teh Dina maupun kakaknya paham hal2 yang diperdebatkan atau dilarang secara agama dalam dunia perdandanan. Jadi malu, ditawarin ga pake bulu mata palsu tetep minta pake untuk terakhir kalinya T___T Untuk make up yang digunakan, Lia Sanggar Rias mix antara high end luar (Ultima, MUFE dkk) dan dalam negeri (PAC), dan bahkan blush-nya campur pake Bourjois ‘ajah’ tapi dengan skill jadinya baguuus. Untuk foto hasil riasan kalo niat dan penasaran silakan hubungi akik yah 😛 

Untuk contact number silakan dicek di link web/FB masing-masing yah. Oh iya, speaking about website… hanya Yufeto catering yang punya website yang cukup lengkap (e.g harga, pilihan makanan) dan selalu ter-update (e.g harga berubah 2013, langsung update di-webnya). Memang sih, tanpa website-pun berbagai vendor di wedding industry gak akan pernah sepi job, bahkan yang paling abal-abal sekalipun *deuh, nyari gedung aja harus booking dari setahun sebelum*. Tapi buat gw pribadi (dan gw yakin diaminkan oleh para sahabat mbah google), hari gini punya website yang selalu terupdate itu salah satu poin plusplus cermin profesionalitas sebuah penyedia layanan. Sebagai usulan yaa buat yang lain 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s