Balikpapan Memang

Kalo di Indonesia (ok, di Jawa deh) kita umumnya mendengar kata memang sebelum kata sifat atau kata benda sebagai bentuk penegasan (contoh: “memang enak”, atau “memang dia, orangnya”), di Balikpapan orang menggunakan kata memang di belakang kata yang ditegaskan (contoh: “enak memang”). Hal inilah yang (mungkin) memunculkan istilah ‘Balikpapan memang’ di kalangan teman-teman seperantauan di mana lebih sering terdengar seperti keluhan ala-ala sigh-exhales di telinga gw 😛

IMG_3645 2Foto terakhir sebelum meninggalkan komplek di Balikpapan

Balikpapan adalah kota ter-modern di Kalimantan (kata orang kantor yang udah pernah keliling Kalimantan ya), jadi banyak yang bilang walaupun Samarinda lah ibukota Kalimantan Timur tapi Balikpapan adalah ibukota pulau Kalimantan. Dari hasil penerawangan gw berkunjung ke beberapa ibukota selama ini (Medan, Pekanbaru, Makassar, Kupang, Pontianak, Bandar Lampung, Mataram, Denpasar, dan yang lainnya di Jawa) gw bahkan simpulkan bahwa Balikpapan ini kota “termaju” di luar Jawa setelah Denpasar (jangan tanya), dan Medan. Well, mungkin Makassar atau Pekanbaru lebih ‘lengkap’ dan luas sih, tapi penataan kota Balikpapan yang sangat rapi bikin (IMHO) Balikpapan selangkah lebih maju.

_____

Gak terasa dan gak nyangka akhirnya gw udah harus dadah-dadah sama kota ini untuk merantau lagi (padahal Alhamdulillah-nya kenceng juga :P). Perkara harus pindah ke sini aja gw gak nyangka kok, tepatnya karena nikah sama Pak Suami yang sudah dari akhir 2007 di sini karena alasan pekerjaan. Dengan dukungan bos-bos yang super baik hati di HQ (cium ibu VP :’)), akhirnya gw juga bisa pindah dan tetap bekerja di perusahaan yang sama tapi kantor region pusat-nya Kalimantan (di Balikpapan).

Kalo soal kantor…errr…I miss head quarter like…A LOT! Kecuali perihal office hours ya, di sini aku pulang cepaaat dan lihat matahari senja tiap hari karena pencitraan dari awal gw istri yang mengutamakan ‘rumah’ 😉 Untuk soal kerjaan dan teman-teman, ga bisa dibandingin sih di Jakarta sama di sini. Soal kerjaan memang beda jobdesc, tapi yasudahlah ya… harusnya bersyukur toh bisa dipindahin dan ga turun posisi. Soal pertemanan emang beda budaya, di Jakarta banyak anak muda dan bos-bos muda yang super asik. Tapi di sini sebetulnya Alhamdulillahnya tim gw (kebetulan, karena gw ga yakin tim lain :P) sangat solid, baik dan tulus-tulus orangnya. Memang cara pertemanannya beda, tapi jadinya gw bisa belajar hal yang berbeda juga.

Hidup gw di sini emang buat Pak Suami dan rumah aja, dan itu sudah menyenangkan sekali kalo buat gw. Mengingat ga akan ada yang sempurna, ya gw tentu harus direlakan kalo bakal ada yang kurang asik di bagian lainnya.

Yang mau gw ceritakan tentang Balikpapan di sini adalah kesan-pesan dan random review tentang Balikpapan dan isinya circa 2013-2014 (ke depannya lagi banyak dibangun macam-macam dan gw cukup tau gak akan kebagian nikmatin – but like I care 😛 Ha!).

1. Properti

Ya kalo bisa milih sih gw pengennya tinggal di komplek kheseus untuk bos-bos Pertamina ato Total yang bebas mati lampu yaa. Hahahahahahahaha *mimpi kamu, Nduk*. Tapi asli deeeh, emang daerah komplek-komplek itu keren bingit (terutama Pertamina yah, kalo untuk view).

OK, fokus. Jadi bisnis properti ini memang lagi cukup meledak di Balikpapan. Di mana-mana ada pembangunan perumahan baru, ya… di Jakarta juga sik… Tapi kan Balikpapan ini kotanya kecil aja (kalo dilihat di peta sih sebenernya luas, tapi bisa disebut kota emang cuma secuil dari area Balikpapan), jadi ibarat naik mobil baru berapa kali ngegas juga udah ketemu perumahan lagi. Sebagian dikembangkan oleh developer kenamaan macam Sinar M*s, Wik*, dan Ciputr*.

Nah ini IMO yaa…jadi kalo emang nyari rumah sekalian pengan berinvestasi yang future value-nya bagus, pilihlah perumahan yang dikembangkan terutama oleh 3 developer tersebut, terutama yang gw sebut pertama. Kenapa? Karena gw tinggal di sana udah terbukti di Jakarta coret harga naiknya gila-gilaan kan. BeEsDe itu kan konon harga rumah yang dibeli awal 2010, setelah 4 tahun harganya sudah 3 kali lipat. Di sini emang ga sampe segitu sih, tapi signifikan kok untuk ukuran kota di luar Jawa. Nah si developer ini juga baru bangun satu perumahan baru lagi di Balikpapan Selatan (masih tanah rata) tapi buka jual 2 cluster udah sold out aja dong, gilingan emang. Kalo duit gw ga berseri pengen deh beli di sana, penerawangan awam gw aja mengatakan itu menjanjikan sekali. Oh ya, si developernya apartemen padat sebelah Taman Makam Pahlawan juga sudah mendarat cantik di Balikpapan ngembangin apartemen mewah, sepertinya bakal menuai sakses juga.

Jadi ya dari hasil analisis cetek gw, efek siapa developernya itu ngaruh juga di nilai investasi properti di sini. Karena beda ama Jakarta yang kasarnya ‘siapa aja’ bisa buka cluster-cluster imut dengan harga yang lumayan asal lokasi bagus, di sini lokasi sih 11-12 aja. Rumah gw yang itungannya Balikpapan coret aja cuma 10 menit kok ke pusat kota, ke kantor gw cukup 8 menit saja.

2. Groceries

Pasar Tradisional
Pasar paling femes adalah Pasar Klandasan di sekitar Sudirman, tapi gw ga pernah ke sana karena itungannya jauh (15 menit dari rumah). Mulai dari pasar sayur sampai toko-toko jadul ada di sana, semacam Kosambi kalo di Bandung (duh, apa ya bandingannya di Jakarta?). Kemudian ada Pasar Baru, pasar tradisional yang sedikit lebih deket ke rumah gw.

Gak ada kesan dan pesan khusus sih tentang pasar-pasar ini. Gw sih sebelom nikah ga pernah groceries shopping jd ya ga kepikir bandingannya. Yang jelas sih dari pengalaman ke Pasar Baru pasar tradisional masih jauh lebih murah daripada supermarket.

Entah kenapa lalapan kalo di sini (selada, timun) gitu sering pahit rasanya. Untuk tahu, sebagai orang Bandung yang ikrib dengan tahu Cibuntu dan tahu Lembang bisa gw bilang tahu di sini gak OK jadi (karena Mas pun ga gitu doyan tahu) gw belinya tempe aja kalo di sini.

Pasar Modern
Iyah! Ada loh, namanya Pasar Segar di sebrang komplek Balikpapan Baru. Ala-ala Pasmod Bintaro dan Cibubur gitu looh… harga pasar tradisional dengan dengan tempat rapi dan bersih. Sayangnya ini baru beroperasi penuh baru-baru aja, jadi gw gak lama nikmatinnya. Recommended sih ini buat orang yang males joroknya pasar, mau berhemat dan punya suami yang suka sebel diajak ke pasar.

Supermarket
Pilihannya ada Hypermart dan Ranch Market di Balikpapan Plaza, Food Market di Mall BSB, Lotte Mart, dan Hero. Dan harganya jelasss, mihil. Yang paling murah jelas Hypermart karena suka ada promo dan diskon-diskon entah apa yang diseru-seruin lewat pengeras suara. Walopun jelas mahal, gw tetep sebut nama-nama supermarket di sini karena gw mau bilang aja bahwa tenang sadja… di Balikpapan juga kita gak akan kesulitan nyari item-item impor (di Hero sama Ranch Market pabalatak deh) berhubung banyak ekspatriat juga kan yang hidup berumah tangga.

3. Mall

Balikpapan Plaza alias The Plaza Balikpapan alias BC (kenapa disingkat BC? Hanya warga Balikpapan yang tahu)
Ini mall modern pertama di Balikpapan (asli gw sotoy banget). Tapi berhubung cuma ada 2 mall yang dalam itungan gw masuk mall modern dan yang satu agak baru, bener dong ini yang pertama?

Di BC ini ada Blitz Megaplex yang sampe terakhir gw kesana sih masih bisa gw bilang KW, beda sama mewahnya Blitz di pulau Jawa, baik dari kawasan ticketing-nya dan studionya. Toserba-nya ada Matahari, outlet yang terbilang mencerminkan hedonisme kelas mall ibukota ada The Body Shop, Starbucks, Clarks, dan Urban Icon. Mall ini juga menyatu dengan ITC-nya yang jual baju-baju cewe dan elektronik ala-ala Ambassador.

Kawasan BC bakal berkembang dengan project apartemen yg gw bilang di atas, kalo ga salah bakal buka Debenhams segala deh.

Kalau mau sholat, bisa ke masjid kecil di luar Mall tapi masih di kawasan.

E-Walk di kawasan Balikpapan Super Block (BSB)
Ini mall yang secara penampakan paling lumayan sampe tahun 2014. Ada XXI-nya (yang mengikuti standardisasi nasional :P) walaupun untuk toserba lagi-lagi ‘cuma’ Matahari. Outlet belanja lainnya sih menurut gw malah lebih OK di BC yah. Tapi di sini lebih banyak pilihan untuk tempat makan sih, ada Warung Ubud, Itasuki, New Star Kopitiam (yang ini favorit :P), Killiney Kopitiam, dan Blackball dessert shop.

Kalo weekend ke sini, bisa dipastikan minimal ketemu satu orang kantor yang dikenal, entah kantor gw atau kantor Pak Suami. Saking gada lagi tempat pelesir -____-“

Konon mall ini juga akan dikembangkan lagi, mau ada Nike store yang bikin Pak Suami cukup heboh (yaelah itu mah dimana-mana juga ada kali)

Musholla di basement E-walk sungguh abal-abal, jadi kalo mau sholat mending melipir ke musholla Hotel Grand Jatra aja.

Balcony
Ini mall (pantes disebut mall ga ya?) yang kayak hidup segan mati tak mau. Sudah jadul tapi masih (atau kemudian) ‘kosong’, sering panas juga gak taulah kenapa AC-nya, escalatornya pun sering mati. Tapi gw hampir tiap minggu ke sini sama suami buat makan di Kafe Betawi 😀 dan untuk nonton pun menurut kami paling enak di XXI sini.

Poin plusnya lagi, ada mesjidnya (yang sering kami sebut Al-Balcony :)))) yang cukup besar dan serius. Bahkan suami dan temen-temennya sering jauh-jauh Jum’atan ke sini biar bisa makan enak juga.

4. Kuliner

Quick review aja ya, berikut nama-nama tempat makan yang udah gw coba, kebetulan gw inget, dan gw anggap recommended di Balikpapan.

  • Kepiting Saos Kenari, ini yang paling tersohor sebagai oleh-oleh Balikpapan dan tempat menjamu tamu di Balikpapan. Dari perbandingan beberapa lokasi harga kepiting sini memang lebih mahal, tapi IMO harga ga boong deh, kepitingnya lebih seger dan saosnya juga lebih enak.
  • Soto Banjar Depot Cendrawasih Jl. Ahmad Yani. Gw baru coba di dua tempat jadi mungkin ga valid, tapi menurut temen-temen gw yang pernah coba yang lain soto banjar sini paling enak.
  • Chinese food & suki halal di Rumah Makan Suki Ruko Balikpapan Baru. Suki ini cabangnya Depot Simpang Empat Kebon Sayur & Markoni, tapi untuk tempat ruko BB ini paling bagus. Di Depot bisa beli Roti Mantau juga sebagai oleh-oleh khas Balikpapan. Ukurannya rotinya sedang, enak, dan ga semahal Mantau-nya Hotel Blue Sky yang paling terkenal.
  • Seafood Teluk Bayur, di mana seperti Bandar Jakarta kita bisa pilih sendiri makanan lautnya untuk ditimbang dan dimasak. Teluk Bayur ini in between seafood kelas warung dan kelas mewah di Balikpapan.
  • RM Padang Upik. Ini preferensi pribadi, sebenernya ada S*mpang Raya dan S*derhana juga tapi gw paling cocok yang satu ini. Bahkan buat gw RM G*ruda aja liwaaaat.

Untuk sarapan, sila coba tempat-tempat berikut. Buat lidah gw sih ga seenak di Bandung atau Jakarta yah, tapi lumayan deh.

  • Nasi Kuning Haji Daud di Kebon Sayur atau Pasar Segar BB
  • Nasi Kuning Depot Selamet di Ruko Bandar
  • Roti Tiam di MT Haryono, do try their Nasi Kerawu 🙂
  • Bubur Ayam Kartika (disebutnya sih bubur ayam khas Bandung) di belakang hotel La Grandeur.

Jangan kaget, untuk harga makanan di tempat non-café di atas jatohnya relatif lebih mahal ya dibanding di Jawa.

Untuk tempat yang modern (kelas café atau lebih), tempat-tempat berikut bisa dicoba:

  • Seafood: Ocean’s.
    Sejujurnya gw pernah dikecewakan sama pelayanannya, tapi rasanya gak adil kalo gw gak rekomen tempat ini… soalnya enak. Tips aja sih, kalo mau makan sini sebaiknya rame-rame dan pesen dari sebelum datang biar ga nunggu lama.
  • Steak & western: Bon Café
    Steaknya kelas Suis Butcher (middle), bukan kelas Steak n Shake bukan juga kelas Holycow. Gw justru di sini sukanya nasi gorengnya.
  • Kafe Betawi — > terstandardisasi dengan baik, jadi enaknya kayak di Jawa aja 😉
  • Golden Palace Suki & Oriental di Hotel Bluesky, cocok buat jamu tamu-tamu yang agak penting. Kalo rasa sih menurut gw 11-12 sama Suki-nya Simpang Empat 😀
  • Kalo nyari suasana (bukan makanannya karena IMO biasa aja -_-) boleh juga sih nyoba Open House atau Beach House (ownernya sama). Open House itu ala-ala resto Dago atas, kalo Beach House ala-ala beach café di Bali.

_____

Terlepas dari segala kekurangannya (sering mati lampu, airnya kotor, kotanya mahal), sebenernya menyenangkan kok hidup di Balikpapan. Mau kemana-mana gampang jadi hidup terasa lebih berkualitas dibanding di Jakarta atau Bandung, apalagi untuk pasangan muda di masa awal-awal nikah. Cocok buat ngatur pace hidup biar gak serba terburu-buru. Emang sih kadang bosen karena tempat hedonnya terbatas, tapi kalo bisa mikir dengan bijak (yang mana susah :P) malah bagus kan? Satu lagi, kota ini termasuk kota yang religius, kegiatan dakwahnya berkembang. Surprisingly kajian ustadz di kantor IMHO lebih berbobot dibanding di Jakarta, mungkin karena audiences-nya lebih dikit jadi bisa fokus tanya jawabnya J Bahasannya seperti kajian mentoring (contoh: hukum waris), bukan ceramah umum. Mayan banget kaan.

_____

Akhir kata…terima kasih banyak Balikpapan untuk 7 bulan yang singkat ini :’)

Anya, who officially left the city on May 15th. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s