Hometown

:  the city or town where one was born or grew up; also :  the place of one’s principal residence

http://www.merriam-webster.com/dictionary/hometown

Beberapa waktu yang lalu, gua mendapati banyak postingan di sosial media tentang Bandung yang sedang berulangtahun. Tema postingan tiap orang hampir sama: kangen Bandung kota penuh nostalgia. Gua menghabiskan masa SMA dan kuliah gua di kota ini, karena itulah gua memiliki banyak teman yang lahir dan besar di Bandung. Oleh karena itu pula, timeline media sosial gua dipenuhi oleh orang-orang yang mencintai Bandung sepenuh hati.

Sejatinya 1/4 hidup gua dihabiskan di Bandung. Pendidikan-pendidikan formal terpenting gua dapatkan di Bandung. Gua pernah mewakili Kota Bandung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar. Istri pun lahir dan besar di Bandung, dengan menempuh jalur bedol desa SMP 5 – SMA 3 – ITB. Tapi sejujurnya gua tidak merasakan ikatan yang kuat dengan Bandung, tidak cukup kuat bahkan untuk memposting sesuatu tentang Bandung di media sosial hari itu, atau hari-hari sebelumnya. Tidak pula cukup kuat untuk harus rutin mengunjungi Bandung, kecuali sekedar untuk menemui mertua. Don’t get me wrong, 7 tahun yang gua habiskan di Bandung adalah tahun-tahun yang luar biasa but I just don’t feel that kind of attachment. Which makes me kind of wonder, where is my hometown?

Hometown, yang kurang lebih bisa diterjemahkan sebagai kampung halaman (walaupun adalah kota), diartikan sebagai kota di mana seseorang lahir dan/atau tumbuh besar atau bisa pula kota tempat tinggal utama seseorang.

Gua lahir di Purwakarta, sebuah kota yang tidak banyak berarti buat gua karena gua tinggal di Cikampek yang berada di Kabupaten Karawang. Pun demikian, Kabupaten Karawang pun bukan sesuatu yang berarti buat gua karena 15 tahun yang gua habiskan di Cikampek sebagian besar gua habiskan di sebuah komplek perumahan pabrik pupuk yang ada di sana. Mungkin komplek itulah yang paling cocok dijadikan sebagai hometown buat gua. Praktis seluruh kemampuan dasar untuk bertahan hidup gua pelajari di sini, dari mulai berjalan sampai matematika dan geografi. Lantas, apakah gua merasa attached dengan kota ini? Tidak juga. Terakhir kali gua mengunjungi komplek ini, it felt awfully small and weird. Lima belas tahun hidup di kota komplek ini (walaupun mungkin pengalaman yang bisa gua ingat baru sejak dari TK) dan tidak banyak ikatan yang masih gua miliki.

antarafoto-Pertamina-KilangMinyak251110-5Balikpapan (image courtesy of AntaraFoto)

Selain Cikampek dan Bandung, kota lain yang tanpa terasa juga memakan cukup banyak kuota usia gua adalah Balikpapan. Gua menghabiskan total (oh, the irony…) 6 tahun di kota ini dalam 3 periode berbeda: Juni – Juli 2006, November 2007 – Agustus 2012, dan Juli 2013 – Juli 2014. Sejauh ini, kota ini masih punya attachment yang sangat kuat dengan gua karena gua baru saja pindah. Di kota ini gua pertama kali kerja praktek, kerja, punya rumah, dan lain lain dan lain lain. Ini juga kota di mana gua pertama kali tinggal berdua dengan istri gua, walau pun kurang dari setahun kita jalani bersama di kota ini. Tidak mudah meninggalkan kota ini dengan segala kenyamanannya. Buat gua, Balikpapan is the definition of comfort zone walaupun dengan mati listriknya. Walaupun demikian, 2 bulan dari meninggalkan Balikpapan, I don’t think I miss it. Tidak ada rasa-rasa gagal move on yang gimana-gimana.

Edin3Edinburgh

Selain Cikampek, Bandung, dan Balikpapan. Ada beberapa kota lain yang gua sempat singgahi, namun terlalu singkat untuk bisa dinominasikan sebagai hometown: Jakarta dan Edinburgh. Edinburgh adalah kota favorit gua di luar Indonesia. Hal-hal yang gua suka dari kota ini adalah, ukurannya yang tidak terlalu besar, orang-orangnya yang ramah, pemandangannya yang dramatis, dan mesjidnya yang ada di tengah kota. Sayangnya, gua cuma tinggal kurang dari setahun di kota ini, itu pun di dalam kampus yang lokasinya agak sedikit di pinggiran, not to say Edinburgh coret.

Jakarta. Hufff, where do I start? Gua pertama kali punya KTP di tahun 2002, saat itu terdaftar sebagai warga Karawang. Tak lama domisili utama orang tua gua berpindah dari Cikampek ke Jakarta, yang menyebabkan kita ramai-ramai mengganti basis KTP kita ke ibukota. Gua baru mengganti KTP gua ke Balikpapan di tahun 2010 ketika memiliki rumah di sana dan menjelang kepindahan gua ke Belanda, gua mengganti lagi alamat di KTP gua. Berdasarkan administrasi KTP, masa dewasa gua terbanyak terdaftar di Jakarta. But I hate this city dan satu-satunya koneksi gua dengan kota ini adalah orangtua dan adik kakak gua. Sampai sekarang, sangat sulit buat gua untuk bisa mengganggap Jakarta sebagai hometown gua.

Groningen2
Groningen

Jadi, ternyata cukup sulit untuk mencari the city or town where one was born or grew-up yang cukup attached dengan gua sebagai hometown. Place of one’s principal residence? Di saat tulisan ini dibuat, gua sudah terdaftar sebagai warga Groningen. Sebuah kota di Belanda Utara di mana setiap hari gua commuting ke Assen, tempat kantor gua berada. It’s not Edinburgh but I like it. Kotanya cukup kecil tapi compact, dan pergi ke mesjid on prayer-time basis masih memungkinkan. Level attachment terhadap kota ini masih cukup rendah, tapi gua cukup yakin akan meningkat. Bagaimana pun juga, insya Allah kota ini akan menjadi tempat di mana gua menghabiskan 80 persen dari 5 tahun pertama pernikahan dan di mana anak gua tumbuh dari bayi berusia 3 bulan menjadi balita berusia 4 tahun. Call it my hometown? or my daughter’s hometown?

Well, mungkin memang ada orang-orang di dunia ini yang tidak bisa sebegitu terikatnya dengan 1-2 kota tertentu sebagai hometownnya. Atau mungkin tidak sama sekali. Yang gua sadari, menentukan hometown sangat sulit buat gua. Tapi menentukan home cukup mudah. My home is my family. Di mana pun gua berada, selama keluarga gua ada, di situ lah rumah gua. Kampung halaman? Di mana pun orang tua gua berada, di situlah kampung halaman gua. Gua pun berharap anak gua bisa merasakan demikian nanti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s