Lava Cake: Sebuah Kisah dan Resep

IMG_5903

Salah satu yang membedakan Suami dan gw dalam urusan makanan adalah Suami yang sweet tooth dan gw yang savoury tooth. Gw bukan tipe orang yang kabita kalo lewat bakery, atau selalu nambah dessert setelah dining out. Tapi untuk beberapa dessert gw takluk dan akan memesan di restoran kalo kebetulan ada dan harganya masuk akal, salah satunya adalah lava cake (atau molten cake). Lava cake bersaing ketat dengan creme brulee, walaupun pesaingnya kadang terasa lebih spesial karena lebih jarang ditemukan. Di Jakarta untuk tipe ekonomis gw suka lava cake-nya Domino’s, dan buat yang mewah-nya gw suka banget lava cake Loewy, namanya Melted Triple Chocolate Cake (coklatnya 3 jenis, jadi kalo dipikir2 worth it harganya 45K dibanding Domino’s 21K)

Sejak menjadi SAHM di Groningen, gw kembali mengakrabkan diri dengan dapur plus browsing sekaligus mempelajari resep di Internet (bagian mempelajari ini akan tampak pada penjelasan2 di bawah). Walaupun masak hari-hari lebih sering berulang, gw sesekali mencoba membuat makanan lain yang gw anggap menarik dan gw suka. Gw pun dipertemukan kembali dengan Lava Cake yang gw anggap berhasil (foto di atas) di percobaan keempat pada minggu keempat (satu minggu satu resep untuk dua porsi buat gw dan Suami). Kenapa cuma dicoba seminggu sekali? Karena untuk satu porsi cake dapet 1 kuning telur, kolesterol ajeh. 

Percobaan pertama

Gw pake resepnya Chef John di allrecipes. Gw coba bandingin sama resepnya Gordon Ramsay di sini dan di sini, tapi akhirnya gw kembali ke Chef John’s karena gw menemukan ketidak-konsisten-an informasi di kedua link resep Mbah Gordon. Salah satunya perbandingan butter dengan tepung 1:1, dan satunya lagi 1:4. Mungkin karena beda versi (like the fudgy or cakey version for brownies, IDK). Bisa jadi juga itu bukan original recipe dari si Mbah, siapa yang tau coba?. Di Chef John’s perbandingan butter dan tepungnya 5:3 yang cukup masuk logika gw karena kalo mau hasil akhir yang melting harusnya butternya lebih banyak dong?

Resepnya gw ikutin persis (tanpa vanilla extract karena ga ada), tapi gw bikin di tea cup (cuma ada itu di temporary residence dari kantor >.<). Di resep aslinya harus disimpan di kulkas selama 30 menit baru masuk oven 15-18 menit (dan ditaro dalam pinggan ber-air seperti di-tim), karena gw langsung bles oven gw jadikan 10 menit dan hasilnya begini:

IMG_5904

  • Tastes good. Bukan muji masakan sendiri, tapi ini coklat gitu, ga mungkin ga enak kalo ‘rasa’ sih,
  • Gagal dibalik karena nempel di cangkirnya
  • Ada lava-nya tapi kurang banyak

Percobaan kedua

Kesalahan utama gw di sini adalah langsung mengkombinasi resep sebelumnya dengan resep ini. Gw pikir mungkin kekurangan ada di resep sebelumnya dan gw harus menambah proporsi butter. Di resep ini butter vs tepungnya 12:1 aja dooong, sampe pas dibalik langsung hancur berantakan walaupun rasanya tetep enak. Kalau dilihat di foto asli resepnya, memang kuenya basah dan licin karena ya itu tadi adonannya sangat buttery, walaupun berhasil dibalik. Dan perihal kue-gagal-dibalik-mulu ini akhirnya Suami dan gw sedikit oret-oret prinsip fisikanya, MUNGKIN itu karena gw pakai cangkir yang luas penampangnya jauh lebih kecil di bawah. Cuma mungkin.

Jadi di sini ada f(T,t,A,ρ) T=Temperatur, t=waktu, A=luas penampang, ρ= massa jenis (adonan) *ya keleeeusss* . Perihal tekstur kita lebih suka yang sebelumnya, I should have played safe dengan resep sebelumnya dan hanya mengganti waktu masak atau temperatur, duh!

IMG_5905Kue malang dan oret-oret fisika ala-ala :)))

Percobaan ketiga

Gw kembali pada resep pertama, kali ini yang gw ubah:

  • Cetakannya gw pakai muffin tin silikon (yang penting penampang atas dan bawah silinder-nya hampir sama)
  • Gw ikutin masuk kulkas dulu 30 menit (sing sabar)
  • Tapi tetep gak “di-tim” dalam air di oven
  • Waktunya gw buat jadi 12 menit instead of 15-18 menit seperti original recipe

Hasil akhirnya persis seperti foto utama yang berhasil dikeluarkan dari cetakan, only without the lava! *teu jadi coklat lava ateeeuuh* Kuenya mateng aja sodara-sodara :)))) Mungkin memang harus di-tim dalam oven? DUH aku kan malayysss

Percobaan keempat

Resep sudah yakin yah, tinggal coba main di waktu. Kali ini gw coba di 7 menit, dan Alhamdulillah berhasil! 🙂

Berikut resep yang gw pakai untuk 2 porsi dengan satuan yang lebih umum ya, orang indo suka campur2 satuan US (sendok dkk) dengan metric (gram dkk) soalnya 😀 (modified from here, ada step-by-step video-nya juga)

  • 2.5 sendok makan butter (gw pake margarin karena pusing meriksa ingredients butter perkara halalnya)
  • 1 butir telur
  • 1 kuning telur
  • 1.5 sendok makan gula pasir
  • 100gr dark chocolate (gw 63%-72% dark choco)
  • 2 sendok teh cocoa powder original (tanpa pemanis)
  • 1.5 sendok makan tepung terigu
  • Sejumput garam & vanilla (optional)

Cara membuat:

  1. Panaskan oven dengan suhu 220 derajat Celcius, pakai oven kompor atau dikukus juga bisa. Silakan dikondisikan.
  2. Lumuri cetakan dengan butter, sisihkan. Cetakannya paling bagus di ramekin, tapi bisa juga pakai mug (pastikan boleh masuk oven). Karena gw pakai silicon mold, si kue jadi gampang dibaliknya. Update: supaya pasti bisa dibalik ke piring saji, menurut tips dari sini sih lebih baik pakai cooking/baking spray daripada butter.
  3. Lelehkan coklat dan butter (bisa di-tim di wajan dengan air panas, atau dilelehkan di microwave)
  4. Kocok telur, kuning telur, dan gula sampai berbusa dan berwara kuning muda (cukup dengan whisk, ga perlu mixer)
  5. Campurkan coklat ke adonan telur
  6. Tambahkan cocoa powder dan tepung ke dalam adonan, aduk sampai rata dengan spatula
  7. Tambahkan garam & vanilla jika ada dan jika suka
  8. Tuang adonan ke cetakan (dibagi 2, atau sesuai dengan jumlah yang diharapkan)
  9. Panggang dalam oven selama 7 menit, angkat.
  10. Longgarkan pinggiran cake dengan pisau untuk dibalik ke piring saji.
  11. Sajikan panas, cocok ditambahkan gula halus, strawberry, atau eskrim vanilla
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s