Introducing Solid Foods: The 1st Month

Dan entah kenapa gw jadi suka dengan judul postingan macam ini, diawali sebuah kata atau frasa, diberi titik dua dan diberi keterangan tambahan :p 

Besok Meisje-H menginjak tepat usia 7 bulan, artinya 1 bulan sudah sejak dia diperkenalkan dengan solid foods. Di sini gw menggunakan istilah solid foods karena secara internesyenel disebutnya memang demikian, tidak terlalu membesar-besarkan ke’ASI’-annya dengan menggunakan istilah yang populer di Indonesia Raya.

IMG_6586Meisje-H & her favorite menu so far (zucchini with cereal)

Reference
Acuan belajar gw adalah website yang disarankan oleh DSA pertamanya meisje-H di Indo – DSA yang menekankan orang tua buat banyak belajar sendiri -, yaitu dari MayoClinic dan BabyCenter yang memang kolomnya diisi oleh expert. Selain itu gw juga suka sama WebMD dan AskDrSears. Untuk lebih detail soal makanannya, gw mengacu ke wholesomebabyfood dan Homemade-babyfood-recipes. Keduanya menjelaskan secara detail setiap jenis makanan (karbo, sayur, buah, daging, dairy) mulai dari cara memilihnya (pentingkah organik dll dsb), cara memasaknya, usia yang disarankan, dan resep terkait. Yang jelas referensi-referensi di atas satu suara, all babies are different, jadi ya dicocok-cocokan saja dengan kondisi masing-masing. Setelah dijalani juga malah banyak dapet insight sendiri kok. Kalopun gw mau nanya pengalaman orang, gw nanya langsung ke orang yang gw percaya. Yang sering jadi korban adalah Ichamon, mamak pragmatis yang walaupun belajar juga tapi pada prakteknya banyak pake feeling, natural gitu.

1st solid food
Solid food pertama meisje-H adalah pisang kerok, pengenalan pertama ini kebetulan dilakukan saat kami sekeluarga sedang liburan ke Jerman. Gw ga “mikir” macem-macem soal ini, yang gw tau pisang adalah salah satu 1st food yang common dan ada ‘bungkus’nya jadi praktis buat traveling. Belakangan gw baru tau kalo ada berbagai aliran soal 1st food ini, sebut saja contohnya ada aliran serealia (yang paling umum) e.g tepung beras yang dicairkan dengan ASIP/formula, dan aliran buah e.g pisang dan alpukat. Yang memilih serealia dan lanjut sayuran salah satu alasannya agar anak diperkenalkan dulu dengan makanan tawar & sayuran, khawatirnya kalau sudah coba yang enak/manis dia jadi akan menolak yang lainnya — manalah gw mikir sampe ke sana — Di pengenalan pertama (kedua, dan ketiga) meisje-H sepertinya belum paham makan (dan tekstur baru), sehingga beberapa kali tampak “ingin muntah” dan sempat sekali muntah betulan. Kalo mangap-nya sih mangap aja, kan pisang doyan ya.

Pengenalan solid foods tepat gw lakukan saat meisje-H 6 bulan. Alasannya? Biar tenang (Apeu…) PED di semacam Posyandu sini sebetulnya sejak meisje-H 4 bulan sudah bilang, kalau dia ngiler sama makanan kita boleh coba dikasih makan karena di kisaran umur 4-6 bulan organ pencernaan sudah cukup berkembang dan ‘siap’. Kalo dibandingin sama di Indo yang kayaknya ASIX super digadang-gadangkan, di sini mah santai banget. Sekalinya dulu gw tau ada DSA yang suggest solid food lebih awal, itu kalo berat anak di bawah normal (alias di bawah persentil 50) dan harus ngejar beratnya (Hmm?). Kok gw ga paham ya kalo di bawah 50 itu di bawah normal, mungkin gw yang sotoy.  Meanwhile di sini, pas berat meisje-H naik dikiiit doang PED-nya bilang semua baik-baik aja selama dia masih tumbuh dan berkembang ‘kepinterannya’. Jadi si PED itu ‘mengizinkan’ pemberian solid foods sejak 4 bulan semata-mata buat icip-icip, santai-santai aja gitu. Toh sampai 1 tahun juga judulnya masih ‘belajar’ makan.  Pada akhirnya gw tetap memutuskan pengenalan di 6 bulan karena (menurut gw) perut meisje-H rada sensitif, gampang gassy, sering gumoh etc. Jadi ya itulah, biar sama-sama lebih siap.

Method
Setelah 1 bulan gw merasa nyaman dengan spoon feeding (puree), dua-tiga kali pernah sih coba untuk BLW sebagai snack. Kenapa gak pilih BLW? Karena emaknya ga sabaran :p Bisa setres gw kalo harus nungguin mood meisje-H makan, nungguin makannya, deg-degan kalo makannya cuma seiprit, trus beberes berantakannya. Lagipula dari beberapa referensi yang gw sebut di atas, banyak yang menyarankan pemberian finger foods dilakukan pada saat anak usia 8 bulan. Yah, insyaAllah kalo udah waktunya dia mau makan sendiri ya dia akan makan sendiri.

Place
Sampai saat ini kami masih istiqomah dengan high chair, dan satu-dua kali di folded infant seat. Itu pun biasanya karena entah kenapa meisje-H suka BAB di tengah acaran makan, jadi habis ganti diaper sekalian aja lah duduk di kursi pendek. High chair gw tempatkan di sebelah meja makan, jadi kami bisa makan sama-sama karena jam makan-nya juga sama. Sejauh ini gw kondisikan meisje-H untuk fokus makan tanpa diberi mainan, kecuali properti makan seperti sendok dan sippy cup. Mudah-mudahan semua tetap istiqomah :-S

Portion & Meal Time
Saat ini porsi yang gw berikan adalah 60ml, jadi gw udah bikin stok puree dalam Babypotz di freezer dan tinggal dicairkan sebelum makan. Rencananya tiap bulan akan gw tambah 30ml. Setiap sesi makan gw batasi hanya 30 menit (read somewhere), habis ga habis kumpulkan 😀 Meal time-nya di hari ke-10 sudah gw set 3 kali sbb:
Makan pagi (sereal : buah/sayur 50:50) pukul 08.00
Makan siang (sereal : buah/sayur 50:50) pukul 12.00
Makan malam (buah/sayur saja) pukul 18.00
Referensi kenapa sereal cuma pagi & siang gw ngikutin menu chart di wholesomebabyfood, tapi mungkin akan coba gw tukar carbo-nya malam dan pagi lebih ringan.

The Foods
Untuk sayur dan buah gw buat stok puree homemade dari sayur & buah segar, kecuali green peas (frozen). Nah, untuk carbo-nya saat ini gw masih pakai Bambix dari Nutricia, yang isinya combo dari beberapa jenis serealia (tanpa rasa, tanpa gula garam). Mulai bulan ke-7 gw mau coba bikin oplosan dari rice-barley-oat sendiri deh 😀 Gw bukan yang strict harus homemade semua, tapi gw percaya yang homemade (pun untuk makanan dewasa) itu lebih sehat. Mungkin gw akan coba kombinasi dengan yang ready to eat kalo kapan-kapan traveling jauh dan lama.
Sebulan ini gw masih ngikutin food chart di wholesomebabyfood (again), kenapa? Karena alasan yang sebelumnya gw sebut, perut meisje-H gw anggap sensitif. Contohnya, kenapa mereka taro brokoli di 8 bulan? Karena ada efek gas, nah… pas kan sama anak gw yang gassy. Tidak menutup kemungkinan gw bakal bereksperimen dengan makanan di luar chart ini juga sih, pengen nyoba kasih jeruk soalnya 😀

Meisje-H’s favorite
Zucchini untuk sayuran & Brazilian mango untuk buah, makannya cepet banget deh kalo dua menu ini. Duh nak, kasian deh susah buah tropis di sini… :))) Untuk zucchini, walaupun ‘perut’ meisje-H terbilang sensitif I took the risk dengan menyertakan kulitnya. Kenapa? Karena gizi utama zucchini ada di kulitnya. Alhamdulillah sih aman-aman aja, pun zucchini disebut bukan yang terekspos pestisida.

Side Effect: Allergy & Constipation
Karena ga ada bakat alergi dari gw maupun suami, 4 days wait rule-nya gw potong jadi 3 days wait rule. Ini read somewhere juga, 3 hari sebetulnya cukup untuk cek reaksi alergi. Alhamdulillah sejauh ini sih aman.

Nahhh, kalo konstipasi lain lagi ceritanya. 3 hari yang lalu meisje-H sempat tidak BAB selama 3 hari, di mana di hari pertama hanya keluar seiprit bentuk rabbit pellet. Inget-inget makan apa ternyata selama 2 hari berturut-turut gw kasih puree apel yang dimasak, alias applesauce. Gw tau sih applesauce bikin sembelit, oon-nya gw gak tau kalo puree apel yang masak sama aja dengan applesauce. Maafin Mami ya, Nak 😦 Ini juga satu bukti kalo Meisje-H cukup sensitif perutnya, gw harus lebih hati-hati. Pada referensi yang gw baca, apel sebetulnya cukup bagus untuk meredakan sembelit dan melancarkan ke belakang, TAPI sebaliknya untuk applesauce. Unik ya?

Jadi untuk menghindari sembelit atau justru meredakan diare, ingatlah BRAT: unripe Banana, Rice, Applesauce, Toast. Dan untuk melancarkan ke belakang, ingatlah makanan-makanan dari huruf P (Pears, Plums, Prunes, Peas, Peaches, dan mungkin Papaya kalo di negara tropis).

Advertisements

4 thoughts on “Introducing Solid Foods: The 1st Month

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s