Sekolah Lagi: Semester 1

I wasn’t a fan of school. Bahkan sewaktu kelas 5 atau 6 SD, gw pernah punya pikiran “Kenapa sih harus ada ibu ‘K’? Jadi aja perempuan Indonesia harus sekolah. Kan enakan juga di rumah aja.” Jangan dihujat ya, sampai sekarang gw juga bingung, kok bisa ya anak piyik punya pikiran semacam itu.

Untungnya, ketidaksukaan gw pada sekolah gak berdampak buruk pada prestasi akademis gw. Dengan effort yang menurut gw biasa-biasa saja (SKS garis keras yang selalu tidur < jam 10 malam), seringkali gw beruntung dengan mendapati bagian-bagian yang gw pelajari muncul di soal ujian.

Gw pun gak pernah berpikir untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah S1. Kalaupun ada, itu hanya karena ingin jalan-jalan (ke luar negeri). Not to mention izin S2 gak mungkin turun dari orang tua, dan gw sangat bahagia bekerja di ‘T’. Bekerja di sana adalah periode hidup favorit gw sebelum menikah.

Atas dasar beberapa pertimbangan yang sudah gw bahas sebelumnya, gw malah ditakdirkan melanjutkan studi setelah menikah dan pindah ke Belanda. Kemarin gw baru saja menyelesaikan ujian terakhir gw untuk Semester pertama. Rasa-rasanya jadi ingin menulis testimoni tentang sekolah di sini deh 😀 Pengalaman selama Semester pertama gak disangka bisa membuat gw bisa menyukai sekolah.

Buku kuliah selama satu tahun (minus buku statistika yang sedang dipinjam), sedikit kan? Tidak semua mata kuliah juga butuh buku, ada yang referensinya jurnal-jurnal ilmiah saja

Buku kuliah selama satu tahun (minus buku statistika yang sedang dipinjam), sedikit kan? Tidak semua mata kuliah juga butuh buku, ada yang referensinya jurnal-jurnal ilmiah saja

Pre-Master di Faculty of Economics and Business (FEB) RUG adalah program bridging satu tahun yang berlaku untuk mahasiswa lulusan HBO (setara politeknik D4 di Indonesia), atau mahasiswa lulusan bachelor dari jurusan tidak terkait yang ingin mengambil gelar Master (TI ke marketing dalam kasus gw). Selama tahun Pre-Master, kami mendapat beberapa mata kuliah terkait jurusan (marketing, kalau gw), satu kelas bersama anak-anak S1 business administration tingkat akhir. No wonder teman-teman gw rata-rata dedek-dedek kelahiran 93-95 ya, hihihi. Makanya gw lebih suka menyebut Pre-Master sebagai kuliah S1 tingkat akhir, karena di semester 2 juga kami harus menyusun research paper secara individu.

Dua mata kuliah lain yang wajib diambil adalah Matematika dan Statistika. Walaupun gw sudah pernah mendapat mata kuliah yang sama sewaktu S1, gw sama sekali gak kecewa. Gw seneng banget malah bisa bertemu Kalkulus lagi. It reminded me how I love math, and also made me feel younger. Ibu beranak satu disuruh belajar Kalkulus langsung berasa 18 tahun lagi deh, bahahaha. Kalau untuk Statistika, gw dulu memang gak mudeng. Padahal mata kuliahnya jadi 2 semester sendiri loh, sementara di RUG materi sebanyak itu “cuma” diajarkan dalam 3 bulan. Nah, inilah alasan pertama gw menikmati sekolah di sini. Berikut coba gw jabarkan satu persatu ya.

(1) Mata kuliah dalam satu blok tidak terlalu banyak.
Sewaktu S1, setiap semesternya gw harus mengambil 7 mata kuliah selama 6 bulan. Di sini, satu semester dibagi menjadi 2 blok triwulan di mana masing-masing triwulan hanya diisi oleh 2-3 mata kuliah. Terasa banget bedanya, karena gw bisa lebih fokus dengan mata kuliah yang jumlahnya sedikit.

(2) Setiap mata kuliah dilengkapi course brochure yang komprehensif
Course brochure ini berisi objektif dari mata kuliah, penjelasan assignments, formula nilai akhir, plus informasi topik dan sub-bab/paper bahan bacaan atau latihan soal yang disarankan untuk dibaca/dikerjakan setiap minggunya. Dengan adanya informasi terakhir, mau gak mau gw tergerak untuk mencari tahu dan setidaknya sekedar skimming “Apa sih yang akan diajarkan minggu ini?”. Istilah SKS rasanya jadi mustahil terjadi.

(3) Sistem penilaian yang transparan

  • Pada setiap penilaian tugas selalu disertakan tabel berisi poin-poin yang dinilai dari tugas tersebut beserta komentar dari penilai mengenai kelebihan atau kekurangan tugas yang dibuat.
  • Setelah nilai ujian diumumkan, akan ada periode di mana mahasiswa dapat melihat hasil pemeriksaaan ujiannya untuk “naik banding” jika diperlukan.
  • Beberapa mata kuliah menyertakan grafik distribusi nilai untuk satu kelas agar mahasiswa dapat melakukan komparasi.

(4) Faktor dari dalam diri gw sendiri
Dulu gw sekolah karena harus (bukan pilihan), dan merasa harus mendapat nilai yang baik untuk menyenangkan orang tua. Sekarang gw sekolah karena pilihan yang gw ambil, I do it consciously.

Hal-hal di atas bagi gw signifikan dalam menciptakan pengalaman sekolah yang berbeda. Paradigma gw tentang sekolah sungguh berubah 🙂 Bahkan jika tidak ada kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang master karena concern materi atau keluarga, gw insyaAllah tidak kecewa. Gw kuliah bukan untuk mencari gelar, gw sekolah karena… ya gw ingin. Satu alasan tambahan yang baru kepikiran setelah membaca buku-nya Mbak Hanum Rais, gw ingin menjadi agen Muslim yang baik. Gw ingin memberikan citra yang baik mengenai wanita berjilbab yang bersekolah dan bisa diandalkan. Sederhana saja caranya, berkontribusi dengan baik dalam setiap tugas kelompok dan sesekali aktif di kelas. For the time being sih sudah cukup tercapai, sekelompok dedek sudah menjadikan gw tempat bertanya. Semoga dapat gw teruskan ya 😀

PS: Gak ada yang tau gw emak-emak kalo gw gak cerita (penting untuk cerita agar dedek-dedek tidak sembarangan mencari jadwal kerja kelompok). Yang ada gw dikira masih 22 tahun (hmm… sudah kuduga 😉 ) Kalau kata neng-neng yang kenalan di kereta sih “No way, you don’t wear any make up, you look so young!” –> trus jadi sombong dan OOT 😛

Advertisements

6 thoughts on “Sekolah Lagi: Semester 1

  1. Kliatan masih umur 12thn, cocok lah pake seragam sma nya 😀 met sekolah lagii, aku mah pengen pisan tapi blm bisa, nunggu Raya gedean *tapi umur pasti dah kolot*

    • Duh kesannya bubudakeun pisan jadi ya, sebenernya gak bagus juga atuh 😛

      Iya sekolah aja nunggu Raya sekolah atuh…Umur mah bukan masalah Teh, da masih awet muda juga 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s