Tentang Buku Anak-anak

Postingan ini dibuat dalam rangka World Book Day yang jatuh setiap tanggal 23 April (kecuali di UK dan Irlandia). Deeuh alesan aja sih, soalnya kalo enggak gw gak bakal posting-posting.  Gw mau coba membahas sedikit (atau banyak?) tentang kisah dibalik buku-bukunya meisje-H, me-review beberapa di antaranya yang saat ini menjadi favorit si anak, dan tak lupa favorit emaknya.

IMG_3474

The Beginning
Ada quote yang mengatakan, if you don’t like to read you haven’t found the right book. Kalau menterjemahkan dari quote tersebut, artinya meisje-H pertama kali menemukan “the right book” di usia 7 bulan saat gw belikan touch and feel board book berjudul That’s Not My Kitten (terinspirasi dari buku versi penguin di rumah Tante Intan). Sebelumnya dia punya 2 buah soft books yang rada-rada dicuekin. Lucunya, setelah lewat 1 tahun dia malah tertarik lagi pada kedua buku bayi tersebut.

Current Habit
Sebelum tidur, meisje-H biasa dibacakan kurang lebih 3 buku, termasuk saat traveling. Dalam kesehariannya, pada waktu yang random juga selalu ada saat di mana dia meminta dipangku dan dibacakan buku pilihannya dengan jumlah yang beragam.

The Story Behind Her Books
Beberapa hari yang lalu, gw merapikan ulang pojok bermain meisje-H termasuk rak buku mini-nya. Gw mendapati baik mainan dan buku meisje-H jumlahnya relatif sedikit. Mengenai bukunya yang relatif sedikit (i.e lemari mini-nya masih banyak space kosong), gw cukup concern kemudian berpikir… lebih banyak punya buku itu lebih bagus, gak sih?

Pikiran itu tidak berlangsung lama karena seorang teman mengingatkan kalau yang terpenting adalah frekuensi anak dibacakan buku, bukan jumlah bukunya. Toh anak-anak biasanya punya buku favorit yang akan lebih sering dibaca pada satu periode. Suami pun kemudian menambahkan “Buat Abi sih, ga penting jumlah bukunya banyak. Yang penting dia bisa mengapresiasi buku-buku yang dia punya”

Ah setuju banget!

Alhamdulillah sejauh ini sih meisje-H suka (cerita) dan sayang sama semua buku yang kami belikan. Sayang dalam arti kalau kotor kena makanan minta dilap, atau kalau sobek minta diselotip. Ada sih beberapa yang memang belum disentuh karena tebal dan gambarnya sedikit sekali. Buku-buku itu memang kami beli untuk investasi jangka panjang, mumpung nemu ya dibeli.

Trus kenapa dong bukunya masih sedikit?
Loh, memang kenapa harus banyak? Sebagian besar buku yang gw beli merupakan hasil dari pencarian panjang review dari sana-sini. Gw berharap buku-buku yang kami beli untuk dikoleksi memang buku-buku anak yang (menurut gw) lebih bagus dan best sellers saja agar koleksinya meaningful (ceileh…bagaya, Sis). We can always come to the library if we want more books. Di Indonesia juga sudah mulai bermunculan perpustakaan swasta anak yang keren-keren deh, seperti ini dan ini misalnya.

Untuk buku berbahasa Inggris, pencarian judul-judul buku “terbaik” prosesnya relatif mudah. Cukup googling dengan keyword “best book for baby/toddler/pre-schoolers”, muncul deh list dari berbagai website dan parenting blogs. Beberapa buku klasik seperti Corduroy dan The Very Hungry Caterpillar gw kategorikan must-have karena muncul di hampir semua list.  Untuk buku-buku lainnya, gw pun melanjutkan pencarian review ke Goodreads, Amazon, dan mencari read-along-nya di Youtube. Iya, iya, di Youtube ada yang bacain buku anak-anak ini jadi kita bisa tahu lengkap ceritanya sebelum beli 😀 Gw pun sempat tidak jadi membeli beberapa buku (termasuk yang “klasik”) setelah mendengarkan versi lengkapnya di Youtube, dengan alasan kurang sesuai dengan value keluarga kami. Malah ada juga yang gw gak ngerti maksud ceritanya apa :p.

Untuk buku berbahasa Belanda, baru-baru ini gw menemukan source buku-buku recommended. Sejak 2004, setiap tahunnya para pustakawan memilih Top 10 Prentenboeken van het Jaar (Top 10 Picture Books of the Year) beserta pemenangnya. Gw berencana untuk mengoleksi pemenang tahunan jika bukunya ditulis oleh penulis asal Belanda. Kebetulan banyak juga pemenang tahun-tahun sebelumnya yang merupakan buku terjemahan. Nominasi buku lainnya bisa pinjam di perpus, deh 🙂  — Update sedikit tentang ini, ternyata pemenang setiap tahunnya bukan yang “terbaik” juga menurut gw dibanding nominasi lainnya. Jadi kalau memang niat bisa dicari satu-satu di perpustakaan, kemudian dipilih yang paling sesuai dengan kita kalau memang pengen beli.

Nah, buku bahasa Indonesia ini yang agak bingung cari review-nya. Tapi sudah ada sebagian yang muncul di Goodreads kok. Selebihnya bisa langsung go-show kalau ke toko buku. Sayangnya, kebanyakan buku-buku di toko buku dibungkus plastik sih jadi gak bisa lihat isinya dulu.

Jadi…buku-bukunya selalu dipilihkan? Oh enggak, boleh kok meisje-H memilih sendiri (di perpus), apalagi kalau nanti sudah bisa membaca sendiri… barebas aja asal kontennya sesuai usia. Kalau untuk pilih sendiri buku yang akan dibeli akan kami ujicobakan saat dia 2 tahun 😀 Harapan gw sih mudah-mudahan sampai besar Meisje-H tetap senang membaca 🙂

Her Current Favorites*
*Buku favoritnya tentu saja berubah dari waktu ke waktu.

Akibat Sombong (Bahasa Indonesia)
Buku ini termasuk salah satu board book dari Seri Kisah Teladan-nya Muffin Graphics (anak perusahaan Mizan, kayaknya sih). Berkisah tentang Qarun yang sombong dan kemudian mendapat hukumannya. Meisje-H sih suka karena ada adegan-adegan yang malah diartikannya sendiri seperti pengawal Qarun yang menghadangkan tangan dan dibilang High-Five :))) To be honest, menurut gw buku seri ini editing narasinya masih kurang OK. Misalnya saja ada kata “sekarang” padahal ini jelas-jelas kisah masa lalu. Tapi personally lebih merasa seri ini dan Halo Balita seri kisah dalam Al Quran (Ashabul Kahfi, Pasukan Abrahah dll) lebih worth to collect daripada seri paket Halo Balita yang paling populer.

Guess How Much I Love You (English)
Pernah dengar dong istilah I love you to the moon and back? Ternyata kalimat tersebut berasal dari buku ini 🙂 Buku modern classic manis ini menceritakan kelinci kecil dan ayahnya yang saling berusaha mengukur rasa sayang mereka satu sama lain. Buku ini interaktif karena ada gerakan-gerakan yang bisa ditiru anak, dengan akhir yang menenangkan dan cocok menjadi pengantar tidur.

We Hebben er Een Geitje Bij! (Dutch)
Buku ini adalah Prentenboek van Het Jaar 2016 yang berkisah tentang anak kambing yang baru lahir di sebuah kinderboerderij. Semua hewan ternak senang menyambut kedatangan anak kambing ini dan mengekspresikan dengan cara masing-masing. Meisje-H suka karena ilustrasinya sangat bagus, detailnya menarik untuk ditunjuk dan diabsen satu per satu. Ceritanya juga interaktif, tentunya dengan suara hewan-hewan ternak yang dibuat lebay oleh pencerita (baca: Abi dan Mami).

My Personal Recommendation

Buku-buku Anak Muslim karya S.Khan
Kami pertama menemukan buku-buku si Bapak ini di Kinokuniya Jakarta (ih pas cek di Amazon Eropa kok lebih mihil ya :(). Ilustrasinya bagus banget, untuk kisah dari jaman dahulu tidak ada gambar manusianya sama sekali. Kami punya 2 buku mini Favorite Tales from The Qur’an dan 2 buku besar Seerah. Menurut Suami, Goodnight Stories from the Life of the Prophet Muhammad adalah semacam versi simplifikasi dari Sirah Nabawiyah jika dilihat dari kesamaan flow dan cerita yang di-highlight. Buku-buku Seerah yang berukuran besar kami beli sebagai investasi, karena jika dilihat dari banyak tulisannya sih keduanya lebih cocok untuk anak yang lebih besar. Untuk saat ini, Meisje-H lebih suka buku-buku mini, tetapi mulai tertarik dengan buku Qur’an and Seerah Stories, khusus Bab mempelajari gerakan Wudhu dan Sholat. Duh, coba kalau ada versi bahasa Indonesia-nya nih!

Buku-buku Anak dari Rabbit Hole id
Walaupun kami baru punya 1 buku yang berjudul “Suara Apa Itu”, tapi gw kabita lihat semua buku-bukunya. Penulis terlihat sangat bersemangat dalam membuat buku anak yang berkualitas. Baru-baru ini gw ikut PO buku touch and feel-book mereka yang akan terbit, dan pesanan gw sudah masuk urutan > 200. Animo mama-mama instagram ini warbiaysak juga deh! Sejauh ini gw belum nemu buku Indonesia versi touch and feel 😀 jadi bikin penasaran…

____

Oh ya…Untuk produk apapun, review sifatnya relatif karena bergantung pada selera dan tujuan setiap orang. Begitu pun dengan buku, gw sangat terbantu dengan keberadaan sistem review baik di Goodreads maupun di Amazon. Di sana kita bisa membaca mengapa sebagian orang menganggap sebuah buku istimewa atau bagus, dan mengapa sebagian yang lain menganggap buku tersebut biasa-biasa saja atau malah jelekPengalaman yang nyata terhitung baru-baru ini saja gw alami. Seorang teman menulis review mengenai buku anak yang menurutnya sangat bagus, dan gw memberikan info tambahan mengenai buku sejenis yang gw punya dan menurut gw bagus. Si teman yang pro-aktif dan langsung mencari tahu tentang buku yang gw sarankan. Dia pun berpendapat buku gw tersebut masih terlalu texty untuk anak yg lebih kecil (yang memang benar, tapi karena kontennya bagus – malah bagus banget, buat gw dan Suami – jadi kami beli dulu buat investasi :D, dikit-dikit meisje-H pun mulai tertarik). Gw pun gantian mencari buku yang dia review, kebetulan gw mendapat full version dari text-nya dan ternyata isinya tidak sesuai dengan value yang gw harapkan. Nah, artinya harapan setiap orang berbeda-beda kan? Jadi misalnya tertarik dengan buku-buku yang gw bahas di atas silakan dicari tahu lebih lanjut dulu ya 😀

Iklan

2 thoughts on “Tentang Buku Anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s