What’s Next?

Another post, so much for ga-suka-nulis eh? I know 😐 Hubby is currently out of town for training, so I don’t really have someone to talk to at night :p

Sesuai dengan judulnya, gw sedang bertanya kepada diri gw sendiri. Apa yang (benar-benar) gw ingin lakukan ke depannya dalam jangka pendek dan jangka panjang. Gw baru saja lulus kuliah master di bulan Juli dan kembali menjadi ibu rumah tangga. Nothing’s wrong with that, and I’m happy most of the time. Tapi… selalu ada tapi, gw masih ingin melakukan sesuatu untuk diri gw sendiri. Hehehe, manusiawi kaan 😀

IMG_2237

Alhamdulillah Mamak lulus!

Sebelum ini sudah dua orang ex-perempuan bekerja yang bertanya pada gw bagaimana cara mengatasi perasaan ga jelas di rumah. Gw juga lupa sih apa kata-katanya waktu itu, but I think you know what I mean. Biasa ada kegiatan di luar rumah, tiba-tiba harus di rumah aja gitu?

Baca lebih lanjut

Sekolah Lagi: Semester 1

I wasn’t a fan of school. Bahkan sewaktu kelas 5 atau 6 SD, gw pernah punya pikiran “Kenapa sih harus ada ibu ‘K’? Jadi aja perempuan Indonesia harus sekolah. Kan enakan juga di rumah aja.” Jangan dihujat ya, sampai sekarang gw juga bingung, kok bisa ya anak piyik punya pikiran semacam itu.

Untungnya, ketidaksukaan gw pada sekolah gak berdampak buruk pada prestasi akademis gw. Dengan effort yang menurut gw biasa-biasa saja (SKS garis keras yang selalu tidur < jam 10 malam), seringkali gw beruntung dengan mendapati bagian-bagian yang gw pelajari muncul di soal ujian.

Gw pun gak pernah berpikir untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah S1. Kalaupun ada, itu hanya karena ingin jalan-jalan (ke luar negeri). Not to mention izin S2 gak mungkin turun dari orang tua, dan gw sangat bahagia bekerja di ‘T’. Bekerja di sana adalah periode hidup favorit gw sebelum menikah.

Atas dasar beberapa pertimbangan yang sudah gw bahas sebelumnya, gw malah ditakdirkan melanjutkan studi setelah menikah dan pindah ke Belanda. Kemarin gw baru saja menyelesaikan ujian terakhir gw untuk Semester pertama. Rasa-rasanya jadi ingin menulis testimoni tentang sekolah di sini deh 😀 Pengalaman selama Semester pertama gak disangka bisa membuat gw bisa menyukai sekolah.

Buku kuliah selama satu tahun (minus buku statistika yang sedang dipinjam), sedikit kan? Tidak semua mata kuliah juga butuh buku, ada yang referensinya jurnal-jurnal ilmiah saja

Buku kuliah selama satu tahun (minus buku statistika yang sedang dipinjam), sedikit kan? Tidak semua mata kuliah juga butuh buku, ada yang referensinya jurnal-jurnal ilmiah saja

Pre-Master di Faculty of Economics and Business (FEB) RUG adalah program bridging satu tahun yang berlaku untuk mahasiswa lulusan HBO (setara politeknik D4 di Indonesia), atau mahasiswa lulusan bachelor dari jurusan tidak terkait yang ingin mengambil gelar Master (TI ke marketing dalam kasus gw). Selama tahun Pre-Master, kami mendapat beberapa mata kuliah terkait jurusan (marketing, kalau gw), satu kelas bersama anak-anak S1 business administration tingkat akhir. No wonder teman-teman gw rata-rata dedek-dedek kelahiran 93-95 ya, hihihi. Makanya gw lebih suka menyebut Pre-Master sebagai kuliah S1 tingkat akhir, karena di semester 2 juga kami harus menyusun research paper secara individu. Baca lebih lanjut